HUBUNGAN KRISTEN DAN ISLAM (Periode Pertengahan dan Modern)

PENDAHULUAN

Penganut Kristen yang disebut dalam al-Qur'an dengan kaum Nashara (Nasrani)[1] atau Ahli Kitab[2], pada dasarnya telah mempunyai hubungan dengan penganut Islam (muslim), seperti yang disebutkan dalam surah al-Māidah ayat 5 yaitu al-Qur'ān membolehkan kaum muslimin memakan makanan Ahli Kitab dan menikahi wanita-wanita mereka yang tetap beragama Nasrani dan Yahudi. Ini adalah landasan normatif tentang hubungan dan kerjasama antara Kristen dan Islam.

Islam sejak semula menganjurkan adanya hubungan (kontak) dengan umat lain, teristimewa umat Kristen terhadap penganut Isa as., dan Musa as. Al-Qur'ān menggunakan kata Ahli secara semantik yang berarti keluarga menunjukkan keakraban dan kedekatan hubungan. Lebih dari itu pada awal disebarkan Islam di Makkah pengikut nabi Muhammad saw., terpaksa meninggalkan Makkah untuk menghindari penganiayaan komunitas Arab jahiliyah, sebagian mereka harus berhijrah ke negara lain Ethopia. Disana mereka diterima dengan baik dan mendapat perlindungan oleh raja Najis (Najhasi) yang beragama Kristen. Peristiwa ini menandakan keakraban hubungan harmonis antara kedua umat.[3], yang tidak hanya sebatas masalah keluarga tapi juga sudah hubungan luar negeri yang bernuansa politik.

Lain halnya pada periode Madinah, tepatnya dalam 9 tahun Nabi saw., mengirim sebuah ekspedisi berjumlah 420 orang yang dipimpin oleh Khalid bin Walid ke Najran. Di wilayah tersebut Khalid bin Walid berhasil menyelesaikan beberapa persoalan dengan pimpinan Kristen baik interen maupun eksteren, kemudian membuat fakta perjanjian perdamaian dengan berbagai pemuka masyarakat di wilayah itu[4]. Nabi Muhammad saw., dengan pengikut-pengikutnya membina kerukunan bermasyarakat dan bertetangga dengan para Ahludzimma[5]. Pada setiap kesempatan yang terluang diadakan mujahadah dan tukar pikiran untuk mencari jalan yang terbaik terhadap masalah-masalah yang muncul sebagai akibat perbedaan keyakinan dan agama. Pemeluk agama masehi (dimasa Rasulullah) lebih banyak mendapat ruang gerak dan perlakuan yang lunak dibanding dengan yang diperoleh orang Yahudi.

Komunitas Nasrani memperlihatkan rasa kasih sayang yang mendalam terhadap Nabi Muhammad saw., dan pengikutnya. Dalam al-Qur'an terdapat ayat yang memberi petunjuk, surah al-Maidah ayat 82: "Dan engaku Muhammad mendapati yang terdekat di antara mereka dalam hal kasih sayang adalah orang-orang yang berkata "kami adalah Nasrani", sedang Yahudi memperlihatkan permusuhan dan kebencian terhadap Nabi Muhammad saw., dengan pengikutnya.[6]

Pada masa Khalifah al-Rasyidin Islam mengadakan ekspansi keluar jazirah Arabiyah dengan pimpinan Khalid bin Walid Persia dapat ditaklukkan kemudian menyusul Romawi, langkah selanjutnya diarahkan ke utara dengan target melumpuhkan kekuatan Romawi, Surya, dan Palestina[7]. Negeri yang telah ditaklukkan penduduknya tetap menganut agama Yahudi, Nasrani, dan Majusi. Setelah Islam menguasai wilayah tersebut maka sebagian penduduk beralih agama dengan memeluk agama Islam, mereka yang tidak beralih agama tetap mendapat perlindungan terutama dalam hal kebebasan beragama. Jaminan atas keselamatan jiwa dan kesempatan berusaha Khalifah telah mewariskan suatu perjanjian bagaimana mengatur kerukunan dan kerja sama dengan Ahludzimmah. Perjanjian itu antara lain keharusan orang-orang Nasrani menyiapkan akomodasi dan konsumsi bagi tentara muslim yang memasuki kota atau wilayahnya selama tiga hari berturut-turut. Rahib dan pemuka agama tetap memiliki kemerdekaan mengadakan upacara keagamaan di gereja-gereja[8].

Penaklukkan negeri/wilayah-wilayah yang non muslim memberi makna besar dalam sejarah peradaban manusia khususnya masalah hubungan antar komunitas agama yang berbeda dengan bermula pada bangkitnya Islam di jazirah Arabia.

Tidak dapat disangkal bahwa hubungan dan kerja sama antara Kristen dan Islam sudah berlangsung sejak Nabi Muhammad saw., memperoleh risalah untuk menyebarkan Islam yang dimulai yang dimulai dari Makkah ke Madinah hingga merubah ke belahan dunia timur dan barat.

Namun dalam sejenak peradaban manusia hubungan antara kedua penganut teologi ini (khususnya Kristen dan Islam) sangat menarik untuk dikaji, baik hubungan individu, kolektif, bahkan hubungan antara negara dengan dominasi penganut agama yang mayoritas.

Dari paparan di atas, penulis memandang perlu diangkat masalah tentang bagaimana hubungan Kristen dan Islam pada periode pertengahan dan modern, serta bagaimana bentuk-bentuk hubungan atau kerja sama pada dekade modern.


A. HUBUNGAN KRISTEN DAN ISLAM PERIODE PERTENGAHAN

Para sejarawan dalam menelusuri perkembangan peradaban manusia mengklasifikasi tiga periodek peradaban manusia, yakni periode klasik, pertengahan, dan modern. Hanya saja dalam penentuan tentang waktu masa mulanya suatu periode dan berakhirnya periode sebelumnya terutama dalam penetapan zaman (tahun atau abad) terkadang tidak persis sama dengan yang lainnya. Misalnya zaman klasik sebahagian sejarawan menetapkan dari Yunani Kuno hingga abad ke-5. Sementara yang lainnya menyebutkan abad ke-6 dan atau abad ke-7.

Memasuki periode pasca Khulafa al-Rasyidin yaitu masa berkuasanya Dinasti Muawiyyah (yang masih ditandai dengan periode klasik) merupakan puncak hubungan Kristen dengan Islam yang sangat menarik. Hubungan antara kedua komunitas agama tidak hanya sebatas saling menghargai dan mengikat perjanjian jika terjadi penaklukkan wilayah, tujuan yang lebih spesifik karena sudah mengarah pada pengembangan ilmu pengetahuan yang akan memberi kontribusi dalam pembentukan peradaban manusia yang lebih maju.

Dinasti Abbasiyah bikan sekedar pergantian kepemimpinan dari Dinasti Umayyah, tapi lebih dari itu telah mengubah, menoreh wajah dunia Islam dalam refleksi kegiatan ilmiyah. Pengembangan ilmu pengetahuan pada Bani Abbas merupakan pengembangan wawasan dan disiplin keilmuan. Kontribusi itu terlihat pada upaya Harun al-Rasyid dan putranya al-Makmun ketika mendirikan sebuah akademi pertama dilengkapi pusat penerapan bintang, perpustakaan terbesardan dilengkapi pula dengan lembaga untuk penterjemahan. Gerakan keislaman pada Dinasti tersebut lebih bersifat spesifik. Kajian keislaman yang kemanfaatannya bersiafat keduniaan bertujuan pada ilmu kedokteran, astronomi, matematika, dan sastra baru dikembangkan dengan penterjemahan buku-buku ilmiah dari Yunani. Jadi kaum Kristen Yunani yang menguasai cabang ilmu tersebut oleh Ubahjah didatangkan secara khusus ke Bagdad guna penterjemahan dalam bahasa Arab. Masa gemilang yang disebut juga masa kekuasaan ini mewariskan kemajuan ilmu pengetahuan, sains, dan teknologi antara lain:
Astronomi, ilmu ini melalui karya India kemudian diterjemahkan oleh Muhammad ibnu Ibrahim.
Kedokteran, oleh Ali ibnu al-Tabasi, al-Razi, al-Farabi, dan ibnu Sina.
Ilmu kimia oleh Jabir ibnu Hayyan juga al-Razi al-Tuqrai.
Sejarah dan geografi, sejarawan ternama adalah Ahmad bin al-Yaqubi Abu Jafar, Muhammad bin Jafar bin Jarir al-Tabari.
Ahli ilmu bumi, Ibnu Khurdasabah.[9]

Berkembangnya pemikiran intelektual dan keagamaan pada periode ini antara lain karena kesiapan umat Islam untuk menyerap budaya dan khasanah peradaban besar dan mengembangkannya secara kreatif. Pada era ini sikap umat Islam yang terbuka terhadap seluruh umat manusia mendorong orang-orang non Arab (Mawabi) untuk masuk Islam. Para ilmuwan pada masa ini menduduki posisi penting.

Demikian halnya, ketika Islam berjaya di Andalusia (Spanyol) yang terkenal dengan Universitas Cordova, menjadi peluang besar bagi orang-orang eropa (bangsa-bangsa barat) untuk meraih ilmu pengetahuan tanpa harus mengganti agama atau keyakinan mereka. Sikap dan keterbukaan umat Islam menerima non muslim dan membaur dalam kehidupan bermasyarakat di Spanyol sehingga muncul di kalangan umat Kristen cetusan-cetusan yang ternyata karena penganut agama Islam, antara lain timbul gerakan yang mengingkari akan pengakuan dihadapan Qissis (pejabat dalam agama Kristen). Sebab Qissis tidak dapat bertindak demikian, manusia harus langsung berhadapan dengan Tuhan dalam bertaubat atau minta ampun dari dosa. Agama Islam adalah agama yang tidak ada didalamnya pejabat agama seperti Qissis (Pendeta) Ruhban (Rahib) dan Abban (Uskup atau Kordinal dan lian-lain).

Bahkan muncul gerakan yang ingin menghancurkan semua patung dan berhala agama sehingga timbul sekte dalam Kristen yang menolak mensucikan gambar, patung, dan berhala. Raja Romawi Leo III telah mengeluarkan perintah mengharamkan mensucikan gambar dan patung. Perintah lainnya melarang Kristiani mendatangi gambar dan patung. Disebutkan bahwa Cladius Uskup Tourin yang diangkat tahun 826 membakar patung (gambar) dan salib serta melarang manusia menyembah patung dan salib di daerah keuskupannya, (dilahirkan dan terdidik di Spanyol yang islami). Terdapat satu golongan dari orang-orang Kristen yang menguraikan aqidah trinitas dengan keterangan yang mendekati paham Wahdaniah (tauhid) dan ada pula yang menentang ketuhanan Isa al-Masih.[10]

Demikian akrabnya hubungan Kristen dan Islam di dunia Barat sehingga dinyatakan bahwa dalam sejarah Eropa yang berhubungan dengan keagamaan dan sejarah gereja Kristen terlihat pengaruh agama Islam terhadap golongan pencetus perbaikan dan pembaharuan serta penentang-penentang yang berontak terhadap aturan keuskupan yang sedang menguasai keagamaan Eropa.[11]

Gerakan pembaharuan yang dipropagandakan oleh Luther terang sekali bahwa sebagai penyebab adalah pengaruh ajaran agama Islam[12].

Penulis buku itu" The Making of Humanity" menyatakan bahwa tak ada satu segi bidang dari bidang-bidang kemajuan Eropa yang tidak dipengaruhi oleh kebudayaan Islam. Kebudayaan Islam mempunyai kelebihan dan pengaruh besar dan nyata sekali dalam kemajuan Eropa. Misalnya ilmu-ilmu tentang alam (yang diperoleh jasa-jasa orang Arab) telah dapat mengubah Eropa kepada kehidupan.

Bukan hanya ilmu tentang alam saja, tetapi kebudayaan Islam telah mempengaruhi kehidupan Eropa dengan pengaruh besar dan bermacam-macam sejak Islam mengirimkan sinarnya pertama kali ke semua Eropa.

Pada tahun 1000 M., hubungan Islam dan Kristen bertambah baik. Rasa dendam akibat mutasi Islam sudah lenyap dan tidak nampak lagi dalam interaksi kehidupan masyarakat (dalam negeri-negeri Kristen yang dikuasai Islam). Batas-batas geografis antara dunia Islam dan Kristen telah tetap tidak ada lagi persoalan serius selain Spanyol yang masih menjadi daerah pertaruhnya antara Islam dan Kristen, malahan Spanyol dapat dikatakan pemisah antara daerah Islam dan Nasrani. Hubungan antara komunitas Islam dan Nasrani umumnya memperlihatkan kenyataan-kenyataan yang lebih ramah seandainya persahabatan yang timbul antara Timur dan Barat dalam abad ke XI terus berkembang, kedua dunia itu akan memperoleh manfaat yang besar di Barat penganut kebudayaan Arab yang mengandung ilmu pengetahuan kuno Yunani dan Romawi. Sedang penganut abad pertengahan barat di timur dengan semangatnya yang penuh mungkin dapat menyelamatkan peradaban Islam dari kehancuran dan permusuhan yang melandanya[13].

Tetapi tidak terjadi demikian, setelah terjadinya perang salib yang disebabkan antara lain:
Setelah Yerussalem dan Palestina berada di bawah kekuasaan Turki, tidak jarang para jemaat Kristen mendapat perlakuan yang tidak baik dan dirampok jika mereka berziarah ke tempat suci tersebut. Informasi mengenai perlakuan demikian cenderung berkembang dan secara berlebihan sehingga menimbulkan reaksi orang Kristen diseluruh dunia.
Pemunculan Islam yang cepat menimbulkan suatu goncangan bagi seluruh Eropa Kristen sehingga abad ke XI pasukan orang Kristen Barat diarahkan untuk melawan Islam.
Perdagangan internasional terpenting dalam hal ini laut tengah dikuasai oleh orang Islam, lalu lintas perdagangan Kristen dari kawasan Eropa tertentu (Pisa, Vanesia, dan Geneo) terhambat dengan demikian, persaingan ekonomi ikut memacu terjadinya perang salib.
Perang salib terjadi karena adanya konflik lama antara orang Islam dan orang Kristen untuk saling menguasai.
Wilayah kekuasaan Alexus Cowneus di Asia diserbu oleh bangsa Selguk. Oleh karena itu, ia meminta bantuan Paus Urbanus II untuk menyerang orang Islam berdasarkan rapat Dewan Gereja (tanggal 20 November 1095) seruan untuk melawan orang Islam mulai dikumandangkan dan mendapat sambutan dikalangan Kristen sedunia[14].

Perang salib yang berlangsung lama kurang lebih 1095-1244 M., yang oleh sejarawan ada yang membagi tiga angkatan dalam tiga masa dan ada yang sampai delapan masa perang salib I sampai dengan perang salib VIII. Perang salib menimbulkan beberapa akibat penting dalam sejarah dunia karena membawa Eropa kedalam kontak langsung dengan dunia Islam, melalui inilah hubungan antara barat dengan timur terjalin. Pengajuan orang timur yang progresif dan maju pada saat itu menjadi daya dorong yang besar bagi pertumbuhan intelektual Eropa Barat. Hal tersebut memerankan bagian yang penting bagi timbulnya renaisance di Eropa. Selain itu, perang salib menambah kepentingan Eropa dilapangan perniagaan dan perdagangan. Sebagai hasil dari perang salib, orang Eropa dapat mempelajari dan memodifikasi serta mengaflikasi beberapa temuan penting yang telah dihasilkan oleh orang Islam pada masa-masa sebelumnya.

Hal ini banyak berkaitan dengan masalah seni, industri, perdagangan, dan pertanian dibandingkan ilmu[15]. Kontak seni antara Timur dan Barat dengan konotasi Islam dan Kristen pasca perang salib ditandai dengan gaya-gaya bangsawan dan cara berpakaian Timur mempengaruhi seni gaya bangsawan Barat. Demikian pula halnya dalam bidang agrikultur, banyak pasukan perang salib yang terbiasa dengan produk agrikultur Timur, dan yang terpenting adalah gula, karena gula telah menjadi makanan termewah di Barat. Hal ini berkaitan dengan pembentukan pasar Eropa baru untuk produk-produk agrikultur Timur, orang-orang Barat mulai menyadari kebutuhan akan barang-barang Timur karena kepentingan ini berkembanglah perdagangan Timur dan Barat.

Pada saat yang sama kehadiran Barat telah mempengaruhi dunia Islam ornamen-ornamen gereja berpengaruh terhadap seni gaya bangunan masjid, seperti terjadi pada masjid al-Nasr di Kairo. Hal ini membuktikan hubungan atau kontak Timur dan Barat pada masa perang salib[16].

Pada abad pertengahan inilah Islam berada dalam kehancuran dan kemunduran. Seluruh peradaban yang telah dibangun dan dibina selama berabad-berabad musnah dengan terjadinya perang salib kemudian munculnya pasukan Mongol dari timur laut yang menyapu dunia Islam dengan kebengisan dan kebiadabannya, merampok, membunuh, dan menghancurkan seluruh wilayah yang dikuasai. Pada masa tersebut Eropa mulai bangun dan menuju kemajuan yang nyata dan bergerak ketempat yang lebih tinggi. Nasrani Barat sudah melakukan gerakan renesansnya, disamping itu merekalah yang memajukan Amerika.

Kalau terjadinya Eropa menghadapi kegagahan dan ketangguhan Asia dengan putus asa, maka pasca perang salib orang Eropa memandangnya enteng lebih lagi karena neraca sumber bahan-bahan berubah bagi keuntungan Eropa, khususnya dengan daerah-daerah yang baru terbuka[17]. Mereka dapat memperoleh kekayaan yang tak terhingga untuk menghidupkan negerinya. Akhirnya mulailah kemajuan Eropa yang mengatasi Asia.

Nampak dalam peta sejarah hubungan Barat dan Timur tidak seperti sebelumnya, bahkan sikap anatisme muncul akibat perang yang berlarut-larut. Disamping itu, persaingan ketat untuk menguasai wilayah-wilayah yang masing-masing mengklaim sebagai wilayah kekuasaannya. Sementara itu, negara-negara Eropa Barat mulai memperluas wilayah jajahan (imperialisme) ke wilayah Timur, seperti Perancis, Inggris, Mesir, dan India. Hubungan Kristen dan Islam semakin tidak sehat dalam politik, ekonomi, dan budaya.

B. HUBUNGAN KRISTEN DAN ISLAM PERIODE MODERN

Tidak dapat disangkal bahwa dalam periode modern ini peradaban dunia sangat dipengaruhi peradaban barat. Kemajuan yang telah dicapai dalam ilmu pengetahuan dan teknologi yang di introdusir dari peradaban Islam yang telah hancur pada abad pertengahan mengantarkan bangsa barat memimpin peradaban dunia. Setelah Barat menemukan Amerika dan menguasai samudera Hindia maka mulailah mengembangkan politik penjajahannya ke wilayah Islam, dengan dominasi politik, ekonomi, dan penetrasi budaya kolonial terhadap negeri muslim.

Penjajahan Barat ke wilayah Timur melahirkan hubungan yang sangat bervariasi. Di Mesir misalnya selain mengalami pembaruan besar-besaran pada abad ke-19 dengan memperkenalkan Mesir kepada kemajuan Barat dan juga sistem ekonominya, maka dibidang pendidikan mendapat perhatian utama dengan dikirimkannya pelajar Mesir ke Eropa dan diterjemahkannya literatur modern kedalam bahasa Arab[18].

Seperti halnya setelah kerajaan Usmani jatuh ketangan Barat, maka pembesar-pembesar Usmani mengambil kesimpulan bahwa kekuatan Eropa yang beru muncul itu terletak dalam kekuatan militer modern yang dimiliki Eropa. Oleh karena itu, usaha pembaharuan dipusatkan pada lapangan militer kerajaan Usmani, bantuan ahli-ahli Eropa diminta sehingga dikirimlah dari Eropa seperti, De Roche Tort dari Perancis, Macharty dari Irlandia, Ramaay dari Scotlandia untuk melatih[19].

Sementara di Asia Selatan penetrasi Inggris menghasilkan banyak hal antara lain, semakin beratnya pengaruh Inggris dalam bidang hukum dan mobilisasi sehingga berbagai keistimewaan yang dinikmati umat muslim, terutama hak pajak, tanah, bea, upeti, dan kerja paksa di hapuskan.

Sikap penjajahan Barat terhadap dunia Timur yang sangat gencar dan merugikan umat menjadikan munculnya respon dunia Islam dan pembentukan negara modern. Muncullah pembaharuan pemikiran dikalangan Islam antara lain ide-ide pembaharuan yang dicetuskan oleh Sir Sayyid Ahmad Khan di India, yang menyatakan bahwa kemajuan umat Islam dapat dicapai kembali dengan kerja sama Barat. Sedang Jamaluddin menganggap Barat (terutama Inggris) bukanlah teman tapi musuh[20].

C. BENTUK-BENTUK HUBUNGAN KRISTEN DAN ISLAM (BARAT DAN TIMUR) DALAM ABAD MODERN

Kristen dan Islam sebagai suatu agama yang oleh pemeluknya merupakan sesuatu yang sangat sensitif. Terkadang ratio dapat menerima suatu ide, tapi karena ide tersebut disampaikan oleh pemeluk agama yang berbeda maka akhirnya ide tersebut dibolehkan dengan menyatakan tidak sesuai kata hati. Karena mulai sensitif berbeda bagi setiap individu atau kelompok sehingga mempengaruhi sikap keberagamaan seseorang. Ada lima tipologi sikap keberagamaan yang sekaligus menggambarkan corak hubungan atau kontak antara komunitas Kristen dengan muslim.
Eksklusivisme, akan melahirkan pandangan bahwa ajaran yang paling benar hanyalah agama yang dipeluknya. Agama lain sesat dan wajib dikikis, atau pemeluknya di konvensi karena baik agama maupun pemeluknya terkutuk dalam pandangan tuhan. Dengan memiliki tipe ini berarti antara dua komunitas masing-masing mempunyai rasa benci, dendam, dan permusuhan.
Sikap inklusivisme, berpandangan bahwa di luar agama yang dipeluknya juga terdapat kebenaran, meskipun tidak seutuh atau sesempurna agama yang dianutnya. Sikap ini masih didapatkan adanya toleransi teologis dan iman.
Pluralisme, lebih moderat lagi dan berpandangan bahwa secara teologis pluralitas agama dipandang sebagai suatu realitas, niscaya yang masing-masing berdiri sejajar sehingga semangat missionaris atau dakwa dianggap tidak relevan.
Eklektivisme, adalah sikap keberagamaan yang berusaha memilih dan mempertemukan berbagai segi ajaran agama yang dipandang baik dan cocok untuk dirinya sehingga format akhir dari sebuah agama menjadi semacam mosaik yang bersifat ekleklik.
Universalisme, beranggapan bahwa pada dasarnya semua agama adalah satu dan sama. Hanya saja, karena faktor historis, antropologis agama lalu tampil dalam format plural.[21]

Dari kelima tipologi keberagamaan sebagai suatu klasifikasi hubungan yang sangat menarik antara Kristen dan Islam, maka bentuk hubungan atau kontak antara keduanya adalah:
Hubungan yang bersifat negatif (benci, dengki, permusuhan, dan kecurigaan). Agama Kristen telah berhubungan dengan agama Islam selama lebih dari 14 abad, satu rentang waktu yang begitu panjang dan terus menerus dalam hubungan itu telah menjadi saksi dari berbagai perubahan dan naik turunnya batas-batas kebudayaan dan teritorial antara keduanya. Ia juga ditandai dengan periode panjang konfrontasi sekaligus kerjasama yang produktif, namun yang dominan dalam hubungan antara tradisi keimanan ini adalah permusuhan, kebencian, dan kecurigaan. Sikap tersebut melahirkan ketegangan-ketegangan antara kedua komunitas (Kristen dan Islam) yang antara lain disebabkan karena kedua pemimpin komunitas tersebut gagal untuk mengontrol fanatisme keagamaan di antara penganutnya. Masalah lain yang berpotensi untuk memcah belah karakter dan kegiatan missionaris (dakwah) baik Islam maupun Kristen yang kedua-duanya mengklaim bahwa ajaran merekalah yang paling benar yang diterima oleh Yang Maha Kuasa.[22]
Hubungan positif yang ditandai dengan adanya kerjasama dalam kegiatan keagamaan secara bergilir dan saling mengakui eksistensi kedua komunitas tersebut yang keduanya menampakkan agama samawi, seperti Islam yang memahami ayat 69 surah al-Maidah.[23] Hubungan ekonomi dan sosial dari kedua komunitas tersebut (Kristen dan Islam) nampak saling berkawan dan menghormati hanya saja tidak menyinggung masalah iman dan keyakinan masing-masing.
Hubungan ambivalen yang memiliki potensi untuk saling membangun dialog yang konstruktif. Dalam hubungan ini muncul dialog-dialog iman yang antara keduanya saling mengakui kebebasan beragama yang tidak hanya mitra agama masing-masing tetapi juga antar agama. Kebijakan pemimpin terhadap umat yang berbeda agama tidak diskriminatif tetapi harus demokratis atas dasar kebebasan beragama.

Memasuki abad ke XXI hubungan antara Kristen dan Islam melahirkan suatu paradigma baru yaitu paradigma humanis, yang intinya adalah moderasi. Agamawan ataupun awam yang moderat akan cenderung santun dan seimbang. Santun dalam menjalankan agamanya, dan interaksi sosial, seimbang dalam memenuhi kebutuhan materil dan spiritual, individual dan sosial dalam berhubungan dengan Tuhan, manusia dan lingkungan alam. Mereka yang moderat akan menjunjung keadilan dan kearifan bersikap, tidak gampang terhasut marah, menuduh, ataupun memaksa.[24]

Humanisme yang digambarkan oleh Muhammad Ali ini akan memudahkan menghargai kemajemukan agama-agama (pluralisme) yang berjaya membina hubungan dalam rangka menjalin kebersamaan. Dengan pluralisme akan mengantarkan manusia kepada satu peradaban baru yang dapat menghapus skat-skat Barat dan Timur terutama hubungan yang tidak sehat antara komunitas beragama terutama Kristen dan Islam.



[1]Lihat QS. 2: 113 "Dan orang-orang Yahudi berkata "orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan" dan orang-orang Nasrani berkata "orang-orang Yahudi tidak mempunyai suatu pegangan. Padahal mereka sama-sama membaca al-Kitab…"

[2]Lihat QS. 3: 64 "Katakanlah, hai Ahli Kitab marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah" itu Ahli Kitab dalam al-Qur'an sebanyak 24 X. Lihat Muhammad Fuad Abdul Baqi. Mu'jam al-Mufahras li al-Fazit al-Qur'an al-Karim (Darul Kitab al-Misriyah, 1945), h. 95.

[3]Lihat Alwi Shihab, Islam Inklusif Menuju Sikap Terbuka dalam Beragama (Cet. I; Bandung: Mizan 1997), h. 67.

[4] Lihat Badri Yatim, "Dari Mekkah ke Madinah" , Taufik Abdullah dan Din Samsuddin (ed), Ensiklopedi Tematis Dunia Islam, jilid II (Jakarta: PT. Ichtiar Van Hoeve, tt), h. 24.

[5]Ahludzimmah adalah orang-orang non Islam yang bertempat tinggal di wilayah negara Islam, dimana nyawa dan harta benda mereka mendapat perlindungan dari penguasa Islam. Atau dapat juga dikatakan orang-orang non muslim yang mengadakan perjanjian dengan orang-orang Islam untuk hidup secara damai dalam satu wilayah (negara). Untuk mereka dikenakan jizyah (pajak pribadi). Lihat Ensiklopedi Islam, cet. IV ( Jakarta: PT. Ichtiar Baru Van Hoeve, 1997), h. 237.

[6]Lihat QS. 5: 82 menyatakan: sesungguhnya (Muhammad) kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik dan sesungguhnya kamu (Muhammad) dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "sesungguhnya kami ini orang-orang Nasrani" yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib (juga) karena mereka itu tidak menyombongkan diri.

[7]Lihat Ensiklopedi Tematis Dunia Islam, op.cit., h. 50-51.

[8]Lihat Teks Book Sejarah dan Kebudayaan Islam Direktorat Jenderal Pembinaan Hukum Bangsa Agama Islam Departemen Agama RI, Sejarah dan Kebudayaan Islam (Ujung Pandang: 1982), h. 103

[9] Ajib Thohir, Perkembangan Peradaban di Kawasan Dunia Islam Melacak Akar-Akar Sejarah, Sosial, Politik, dan Budaya Umat Islam. Cet.I (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2004), h. 50-51.

[10]Lihat Abu Hasan Ali al-Hasan, an-Nadwi, Keraguan Dunia Atas Kemunduran Umat Islam, cet. I (Surabaya: PT. Bina Ilmu, 1984), h. 156-157.

[11]Ibid.

[12]Ibid.

[13] L. Stoddard, Dunia Baru Islam, (Ttp. Tth), h. 1.

[14]Ajib Thohir, op.cit., h. 136-137.

[15] Lihat Philip K. Hitti, op.cit., h. 659.

[16]Ibid., h. 665.

[17]Wilayah-wilayah yang baru terbuka dan dikuasai oleh orang-orang Eropa antara lain, Amerika dan kepulauan Hindia. Kedua wilayah tersebut sangat berpotensi untuk memajukan Eropa ke depan. Lihat L. Stoddard., op.cit.

[18] Lihat Ensiklopedi Tematis Dunia Islam, op.cit., h. 309.

[19] Lihat Harun Nasution, Islam di Tinjau dari Berbagai Aspeknya, jilid II; cet. I (Jakarta: Universitas Indonesia, 1978), h. 94.

[20] Ibid., h. 110.

[21] Lihat Komaruddin Hidayat, Ragam Agama dalam Andito (ed), atas nama Agama Wacana Agama dalam Dialog Bebas Konflik, cet. I (Bandung: Pustaka Hidayah, 1998), h. 119-120.

[22] Lihat Alwi Shihab, op.cit., h. 95.

[23] Lihat QS. [5]: 69. "Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin, dan orang-orang Nasrani benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka tidak pula mereka bersedih." Bahkan dalam surah al-Baqarah ayat 62 dinyatakan "mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka…"

[24] Lihat Muhammad Ali, Teologi Pluralisme Multi Kultural, Menghargai Kemajemukan Menjalin Kebersamaan, (Jakarta: PT. Kompas Media Nusantara, 2003), h. 108.

8 comments:

  1. SEKILAS INFO Yesus Kristus menebus dari dosa kutuk hukum taurat (Gal 3:13), bagi semua manusia didunia (I Yoh 2:2), baik terhadap Kristen juga terhadap non Kristen (walaupun non Kristen tidak berpindah agama ke agama Kristen)

    >>> Namun Yesus Kristus tidak menebus dosa perbuatan manusia dalam seumur hidup mereka baik terhadap Kristen maupun non Kristen.

    >>> Mat 13:40 Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman. 13:41 Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya. 13:42 Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.

    NB 1: Penebusan Yesus Kristus telah disediakan bagi seluruh manusia didunia bagi Kristen dan non Kristen, tapi belum diberikan.

    >>> Namun hanya diberikan,

    ketika mereka ( Kristen & non Kristen ),
    bisa mempertanggungjawabkan perbuatan mereka, pada Hari Penghakiman nanti, yaitu ketika timbangan kebaikan mereka ( dalam total seumur hidup mereka ) lebih berat timbanganya dari pada timbangan total dosa / keburukan mereka dalam seumur hidup mereka, dihadapan Tuhan.

    >>> Maka pada saat itulah Yesus Kristus menghapus total timbangan dosa / keburukan mereka yang lebih ringan timbanganya, sehingga mereka bisa langsung masuk surga, tanpa harus mencicipi siksa neraka dulu. Pada saat inilah Kuasa Penebusan Yesus Kristus difungsikan, jika hati non Kristen percaya bahwa Yesus Kristus mampu menebus /menghapus kutuk hukum taurat.

    >>> Matius 1:18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.

    >>> Wahyu 2:18-23 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Tiatira: Inilah firman Anak Allah, yang mata-Nya bagaikan nyala api dan kaki-Nya bagaikan tembaga:Aku tahu segala pekerjaanmu: baik kasihmu maupun imanmu, baik pelayananmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa pekerjaanmu yang terakhir lebih banyak dari pada yang pertama.Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala.Dan Aku telah memberikan dia waktu untuk bertobat, tetapi ia tidak mau bertobat dari zinahnya.Lihatlah, Aku akan melemparkan dia ke atas ranjang orang sakit dan mereka yang berbuat zinah dengan dia akan Kulemparkan ke dalam kesukaran besar, jika mereka tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan perempuan itu. Dan anak-anaknya akan Kumatikan dan semua jemaat akan mengetahui, bahwa Akulah yang menguji batin dan hati orang, dan bahwa Aku akan membalaskan kepada kamu setiap orang menurut perbuatannya.

    ReplyDelete
  2. SEKILAS INFO Renungan bagi semua umat silahkan kunjungi link dibawah ini dan klik pada komentarnya >>> https://njlajahweb.blogspot.co.id/2015/02/pertama-tama-saya-mohon-maaf-yang.html#comment-form

    ###
    Kuasa Tuhan Yesus bisa memakai lagu rohani Kristen bisa mengisi kekosongan hati anda
    >>> http://www.laskarislam.com/t10322-lagu-rohani-kristen-bisa-mengisi-kekosongan-hati?highlight=kekosongan

    ajal itu tak pandang bulu, apakah orang kesayangan atau tidak, apakah dalam kandungan atau tidak, apakah masih kecil atau besar, apakah masih muda atau tua, apakah masih sehat atau tidak, ajal bisa menjemput kapan saja, bisa hari ini, hari esok, bisa tanpa diduga,tanpa permisi

    ###
    >>> Sekilas info *kutipan dari >>> http://www.laskarislam.com/t10479-sekilas-infoku#200358

    (Sekilas Info 120)
    iman yang suci adalah ketika hati kita tetap percaya bahwa Tuhan tidak pernah sedetikpun berniat jahat, sekalipun Dia sedang menghantam kita, saat kita sedang salah atau benar.

    dan

    iman yang paling suci adalah ketika hati kita tetap percaya bahwa "tidak mungkin Tuhan berniat jahat, sedetikpun tidak", sekalipun DIA mendatangkan badai hidup yang terburuk dalam hidup kita, walaupun kita dalam posisi yang benar.

    (inilah iman rajawali, yang tidak akan pernah bisa dihancurkan oleh iblis.)

    hanya iman jenis ini, yang paling ditakuti oleh iblis.

    ReplyDelete
  3. SEKILAS INFO Saat kapanpun Keilahian Yesus Kristus juga Roh Kudus bisa disebut Allah, ( hanya jika berdasarkan Kualitas Keilahian )
    >>> Demikian juga saat kapanpun Yesus juga Roh Kudus bisa disebut Utusan, ( hanya jika berdasarkan “selain” dalam hal Kualitas Keilahian. )
    >>> 14:13 dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.
    14:14 Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."
    ---
    >>> 16:26 Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Aku katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa,
    16:27 sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah.
    >>> (Sebutan Tuhan sebenarnya tidak ditujukan pada Manusia Yesus, tapi pada Kualitas Allah yang terkandung dalam Keilahian Yesus)
    >>> 5:3 Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?
    5:4 Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah."
    ---
    >>> 13:2 Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka."
    ---
    Qs 11:37 Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim itu; sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.
    Qs 21:29 Dan barangsiapa di antara mereka, mengatakan: "Sesungguhnya Aku adalah tuhan selain daripada Allah," maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahannam, demikian Kami memberikan pembalasan kepada orang-orang zalim
    Qs 29:8 Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
    Qs 70:40 Maka Aku bersumpah dengan Tuhan Yang memiliki timur dan barat, sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa.
    ---
    3:22 Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya."

    ReplyDelete
  4. 28:17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.
    28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
    ---
    5:13 Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: "Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!"
    5:14 Dan keempat makhluk itu berkata: "Amin". Dan tua-tua itu jatuh tersungkur dan menyembah.
    ***
    21:14 Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba itu.
    ---
    8:2 Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."
    8:3 Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.
    ---
    9:18 Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: "Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup."
    9:19 Lalu Yesus pun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya.
    ---
    28:5 Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu.
    28:6 Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.
    28:7 Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu."
    28:8 Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.
    28:9 Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.
    28:10 Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."
    ---
    1:17 Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,
    1:18 dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.
    1:19 Karena itu tuliskanlah apa yang telah kaulihat, baik yang terjadi sekarang maupun yang akan terjadi sesudah ini.
    ---
    1:6 dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, -- bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.
    1:7 Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin.
    1:8 "Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa."

    ReplyDelete
  5. Yes 3:18 Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti dihukum mati! -- dan engkau tidak memperingatkan dia atau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu dari hidupnya yang jahat, supaya ia tetap hidup, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu. Mat 12:36 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Ams 24:17 Jangan bersukacita kalau musuhmu jatuh, jangan hatimu beria-ria kalau ia terperosok, 24:18 supaya TUHAN tidak melihatnya dan menganggapnya jahat, lalu memalingkan murkanya dari pada orang itu. Mat 18:10 Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga. Mat 25:41 Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. 25:42 Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; 25:43 ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku. 25:44 Lalu mereka pun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau? 25:45 Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. 25:46 Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal." Mat 6:14 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. 6:15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."Bil 14:18 TUHAN itu berpanjangan sabar dan kasih setia-Nya berlimpah-limpah, Ia mengampuni kesalahan dan pelanggaran, tetapi sekali-kali tidak membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, bahkan Ia membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat. Yes 40:2 tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan TUHAN dua kali lipat karena segala dosanya. Ayb 13:26 Sebab Engkau menulis hal-hal yang pahit terhadap aku dan menghukum aku karena kesalahan pada masa mudaku;

    ReplyDelete
  6. Sekilas Info

    II Sam 7:14 Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Apabila ia melakukan kesalahan, maka Aku akan menghukum dia dengan rotan yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia. Yer 46:28 Maka engkau, janganlah takut, hai hamba-Ku Yakub, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku menyertai engkau: segala bangsa yang ke antaranya engkau Kuceraiberaikan akan Kuhabiskan, tetapi engkau ini tidak akan Kuhabiskan. Aku akan menghajar engkau menurut hukum, tetapi Aku sama sekali tidak memandang engkau tak bersalah." Why 3:19 Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! Kis 10:45 Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga, Mat 11:27 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya. 11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. 11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Mat 10:22 Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. Why 3:11 Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorang pun mengambil mahkotamu. Why 2:10 Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan. Yak 1:12 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. Mat 16:25 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Mat 13:49 Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, 13:50 lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.

    ReplyDelete
  7. SEKILAS INFO Qs 40:73 kemudian dikatakan kepada mereka: "Manakah berhala-berhala yang selalu kamu persekutukan, Qs 40:74 (yang kamu sembah) selain Allah?" Mereka menjawab: "Mereka telah hilang lenyap dari kami, bahkan kami dahulu tiada pernah menyembah sesuatu". Seperti demikianlah Allah menyesatkan orang-orang kafir. Qs 40:75 Yang demikian itu disebabkan karena kamu bersuka ria di muka bumi dengan tidak benar dan karena kamu selalu bersuka ria (dalam kemaksiatan). Qs 40:76 (Dikatakan kepada mereka): "Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong".

    Qs 13:5 Dan jika (ada sesuatu) yang kamu herankan, maka yang patut mengherankan adalah ucapan mereka: "Apabila kami telah menjadi tanah, apakah kami sesungguhnya akan (dikembalikan) menjadi makhluk yang baru?" Orang-orang itulah yang kafir kepada Tuhannya; dan orang-orang itulah (yang dilekatkan) belenggu di lehernya; mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

    Qs 9:68 Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah melaknati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal.

    Qs 5:9 (5:8) Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

    Qs 5:3 (5:2) Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syi’ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keridhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian( mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.

    Qs 10:27 Dan orang-orang yang mengerjakan kejahatan (mendapat) balasan yang setimpal dan mereka ditutupi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang pelindungpun dari (azab) Allah, seakan-akan muka mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gelita. Mereka itulah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

    Qs 2:62 Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

    Qs 23:101 Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya. 102 Barangsiapa yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan. 103 Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahannam.

    Mat 13:49 Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, 13:50 lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.

    Mat 12:36 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.

    ReplyDelete
  8. kutipan dari http://www.laskarislam.com/t10479-sekilas-infoku#200358


    Sekilas info(84)

    mungkin ada orang bertanya dalam hatinya

    “untuk apa Tuhan menciptakan manusia”

    mungkin jawaban saya adalah:

    Tuhan mempunyai tujuan utama dan tujuan lainya, dalam menciptakan manusia.

    dan tujuan utama Tuhan dalam hal menciptakan manusia adalah

    agar manusia menjadi penyembah-penyembah yang benar dan tetap setia walau dalam suka dan duka, terkhusus dalam duka, karena penyembahan manusia bisa lebih tinggi tingkatanya dibanding dengan penyembahan malaikat.

    mungkin inilah tujuan lainya dalam hal Tuhan menciptakan manusia yaitu :

    1. untuk memelihara bumi, supaya bumi ini ada yang merawatnya.

    2. agar manusia mendapat kesempatan untuk bisa naik tingkat atau level berikutnya dalam tingkatan sorga yang hanya bisa ditentukan melalui kehidupan manusia didunia, tapi itu tergantung manusia itu sendiri.

    3. untuk mengerjakan PR rohani (agar kita melakukan bagian kita) yang juga didasari oleh kebijaksanaan (dalam menghadapi perbedaan yang sudah Tuhan gariskan) juga kearifan (dalam menelaah dan melakukan Firman-Nya), dan PR jasmani (agar manusia tidak malas) untuk tetap berusaha dengan sebisa mungkin dalam segala kebaikan dengan tidak mengabaikan hal-hal lainya yang memang perlu dilakukan karena kita masih hidup dibumi ini, asalkan dengan cara yang baik dan benar dengan semampu-mampunya yang juga tidak bertentangan dengan Firman-Nya juga hatinurani.

    4. (untuk ateis), agar mereka, dengan semaksilmal mungkin, melakukan apa-apa yang tidak bertentangan dengan hati nurani sambil mencari siapakah yang menciptakan dunia ini, yang adalah Tuhan atas segala makhluk dan berusaha untuk mempercayai-Nya, juga berusaha menjadi orang yang beragama.

    5. untuk menikmati kesenangan dunia dengan sewajarnya dan secukupnya juga dengan rasa tahu diri, juga tetap berusaha juga untuk belajar menyenangkan hati-Nya, agar kita tidak hanya menyenangkan diri sendiri saja. Dan juga agar kita tetap mengingat bahwa didunia ini tidak hanya ada kesenangan, agar kita mempersiapkan mental kita untuk hal ini, karena hanya disorgalah terdapat kesenangan yang terus-menerus.

    ReplyDelete